Selasa, 31 Oktober 2017

Pokok pembahasan: Teori Gestalt, Prinsip dan Elemen Desain



Desain grafis merupakan cabang ilmu dari seni visual yang tidak bisa lepas dari ilmu psikologi. Peran psikologi dalam desain grafis meliputi bagaimana seseorang secara psikis merespon tampilan visual disekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari teori psikologi sangat dianjurkan bagi desainer grafis untuk menciptakan tampilan visual yang cerdas dan efektif. Salah satu teori psikologi yang paling populer dan banyak digunakan dalam desain grafis adalah teori Gestalt.

➤ Teori Gestalt


Gestalt merupakan sebuah teori psikologi yang menyatakan bahwa seseorang akan cenderung mengelompokkan apa dia lihat disekitarnya menjadi suatu kesatuan utuh berdasarkan pola, hubungan, dan kemiripan.
Teori ini dipelopori oleh seorang berkebangsaan Jerman yang bernama Max Wertheimer kemudian dikembangkan oleh tokoh-tokoh berikutnya seperti, Kurt Koffka, Wolfgang Köhler dan juga Kurt Lewin. 
Max Wertheimer (1880-1943) sebagai perintisnya memulai eksperimennya tentang pengamatan atau persepsi dan problem solving. 
Kurt Koffka (1886-1941) memperkuatnya dengan merumuskan hukum-hukum pengamatan, 
Wolfgang Köhler (1887-1959) meneliti tentang insight pada simpanse. Mereka berkesimpulan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.
Eksperimen Wertheimer yang terkenal adalah tentang pengamatan visual. Percobaanya dilakukan dengan memproyeksikan cahaya kepada layar dalam bentuk titik-titik cahaya yang dilakukan secara berurutan dihadapan sejumlah pengamat. Para pengamat mengatakan bahwa mereka tidak melihat proyeksi titik cahaya pada layar, melainkan mereka melihat suatu garis cahaya yang bergerak dalam layar. Percobaan ini menyimpulkan adanya keseluruhan bentuk (gestalt) dalam pengamatan visual (dalam hal ini pengamatan cahaya).
Sedangkan Kohler melakukan eksperimennya dengan menggunakan simpanse sebagai subyeknya yang ditempatkan dalam suatu kandang. Dalam salah satu sudut kandang itu Kohler menggantungkan pisang tetapi tidak dapat dijangkau oleh simpanse itu.  Di sudut lain terdapat beberapa buah peti yang kalau ditumpuk dapat dijadikan sebuah tangga untuk meraih pisang. Ketika simpanse melihat pisang dan ingin mengambilnya, simpanse itu kemudian melihat peti, dan ia mengambil peti-peti itu kemudian ditumpuk, dan dari atas peti itu ia mengambil pisang yang kemudian ia memakannya. Eksperimen ini menyimpulkan adanya suatu tilikan atau tinjauan (insight) terhadap unsur-unsur yang terkait dalam pemecahan suatu masalah. Jadi, unsur suatu obyek atau peristiwa akan memberi makna apabila individu mampu untuk melihat hubungan atau keterkaitan antar suatu unsur dengan unsur lainnya dalam suatu keseluruhan.
Sedangkan apabila dikaitkan dengan pembelajaran. Teori gestalt berpandangan bahwa pembelajaran merupakan suatu fenomena kognitif yang melibatkan persepsi terhadap suatu benda, orang, peristiwa dalam cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, siswa dalam pandangan teori gestalt diharapkan mampu untuk menangkap makna hubungan antar yang satu dengan yang lainnya. Pemahaman makna dari hubungan inilah yang disebut memahami, mengerti atau insight. Menurut pemahaman gestalt, semua kegiatan belajar menggunakan insight atau pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan, terutama antara hubungan antara bagian dan keseluruhan. Pengamatan artinya proses menerima, menafsirkan dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indra-indra seperti mata dan telinga.
Prinsip-Prinsip Teori Gestalt
Menurut Koffka dan Kohler, sebagaimana ditulis oleh Cyrill dalam blog ini. Ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :
  1. Prinsip hubungan bentuk dan latar (figure and gound) yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
  2. Prinsip kedekatan (proxmity) bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
  3. Objetive set : organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya.
  4. Prinsip kesamaan (similarity) bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
  5. Prinsip arah bersama (common direction) bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagai suatu figure atau bentuk tertentu.
  6. Prinsip kesederhanaan (simplicity) bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan; dan
  7. Prinsip ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.
Prinsip-prinsip diatas merupakan prinsip yang menjadi landasan dalam pembentukan teori gestalt yang mengangap bahwa perlunya melihat sesuatu secara komprehensif dan menyeluruh untuk mendapatkan pemahaman yang baik.

➤ Gestalt dalam Desain Grafis
Gestalt banyak digunakan dalam desain grafis karena menjelaskan bagaimana persepsi visual bisa terbentuk. Prinsip-prinsip Gestalt yang banyak diterapkan dalam desain grafis antara lain adalah proximity (kedekatan posisi), similarity (kesamaan bentuk), closure (penutupan bentuk), continuity (kesinambungan pola), dan figure Ground.

1. Proximity (kedekatan posisi)
Objek-objek yang berdekatan posisinya akan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Objek-objek pada logo unilever diatas dipersepsikan sebagai sebuah kelompok (huruf 'U') karena memiliki kedekatan posisi satu sama lain.


2. Similarity (kesamaan bentuk)
Objek-objek yang bentuk dan elemennya mirip akan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Tiga segitiga di bagian bawah logo diatas sejatinya adalah bagian dari ikon burung di logo tersebut. Namun karena memiliki kesamaan bentuk dengan segitiga lain, objek tersebut dipersepsikan sebagai bagian kelompok segitiga yang membentuk lingkaran.


3. Closure (penutupan bentuk)
Suatu objek akan dianggap utuh walaupun bentuknya tidak tertutup sepenuhnya.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Kita dapat mengenali bahwa ikon pada logo WWF adalah seekor panda. Padahal, gambar tersebut tidaklah lengkap atau belum tertutup sepenuhnya.


4. Continuity (kesinambungan pola)
Objek akan dipersepsikan sebagai suatu kelompok karena adanya kesinambungan pola.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Lingkaran-lingkaran diatas dipersepsikan sebagai suatu kelompok karena polanya berkesinambungan. Walaupun sebenarnya objek-objek tersebut terpisah satu sama lain.


5. Figure Ground
Sebuah objek bisa dilihat sebagai dua objek dengan permainan foreground dan background. Masing-masing bisa diidentifikasi sebagai objek tanpa harus membentuknya menjadi solid.

Teori Gestalt dalam Desain Grafis

Gambar diatas ini adalah gambar sebuah objek. Namun dengan memanfaatkan teori figure ground, gambar mampu menampilkan 2 buah objek (objek guci dan siluet wajah)


Gestalt menjelaskan bagaimana secara psikologi seseorang mencerna apa yang dilihatnya. Dengan memahami prinsip kerja kecenderungan persepsi visual manusia melalui Gestalt, desainer dapat memahami bagaimana fungsi sampainya suatu pesan terhadap audiens.


➤ Prinsip dan Elemen Desain

➤ Prinsip desain 


Prinsip desain terdiri atas 5 hal yaitu keseimbangan (balance), kesatuan (unity), ritme (rhytm), penekanan (emphasis), dan proporsi. Berikut penjelasan dan contohnya

1. Keseimbangan (balance)
Keseluruhan komponen-komponen desain harus tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat sebelah.


2. Kesatuan (unity)

Kesatuan dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat.

3. Ritme (rhythm)
Ritme adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis.


4. Penekanan (emphasis)
Setiap bentuk desain ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain. Tujuan utama dari penekanan ini adalah untuk mewujudkan hal itu sehingga dapat mengarahkan pandangan khalayak sehingga apa yang mau disampaikan tersalur.


5. Proporsi
Proporsi dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi.


➤ Elemen desain


Elemen-elemen desain terdiri atas 7 hal yaitu garis (line), bentuk (shape), tekstur (texture), ruang (space), ukuran (size), warna (color), dan nilai (value).


1. Garis (line)
Garis adalah sebuah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik dengan titik lainnya sehingga tergambarlah sebuah garis dengan bentuk lengkung (curve) atau lurus (straight). Mampu membuat keteraturan, mengarahkan pandangan dan memberikan kesan bergerak serta memiliki karakter tertentu. Penggunaan garis dapat diaplikasikan dalam pembuatan grafik atau bagan.



2. Bentuk (shape)
Bentuk adalah seperangkat garis yang ditempatkan berdekatan, memiliki diameter, tinggi dan lebar. Ini merupakan obyek 2 (dua) dimensi. Berdasarkan sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu huruf, simbol, dan bentuk nyata (form). Selain itu hal ini dapat digunakan sebagai perantara sebuah ide.



3. Tekstur (texture)
Tekstur merupakan sebuah visualisasi dari permukaan yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda. Tekstur dapat menambah dimensi dan kekayaan sebuah layout, menegaskan atau membawa ke dalam sebuah rasa/emosi tertentu.



4. Ruang (space)
Ruang adalah jarak yang memisahkan antar sesuatu. Biasanya digunakan memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout. Ruang juga berfungsi sebagai tempat istirahat bagi mata. Dalam bentuk fisiknya, pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran (size)
Ukuran adalah seberapa besar atau kecil sesuatu hal. Perbandingan ukuran satu bentuk terhadap bentuk lainnya. Dengan menggunakan elemen ini kamu dapat menciptakan kontras dan penekan (emphasis) pada obyek desain, sehingga orang akan tahu sisi menarik atau menonjol dari desain itu dan melihatnya terlebih dahulu.

6. Warna (color)
Warna merupakan media paling akhir dalam komunikasi simbolik dan yang terpenting.Nyatanya, warna dibagi ke dalam dua section, warna yang timbul karena sinar (RGB) dan warna yang dibuat dalam unsur tinta atau cat (CMYK). Dengan warna si desainer dapat menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau menarik perhatian serta menegaskan sesuatu.



7. Nilai (value)
Value merupakan hubungan gelap dan terang pada suatu gambar yang dapat digunakan untuk memberikan penekanan pada elemen tertentu. Misalnya, gambar putih dengan latar yang gelap atau sebaliknya dapat menciptakan focal point atau objek yang menjadi pusat perhatian. Pergantian atau perpindahan warna yang dihasilkan melalui gradasi dapat pula menghadirkan ilusi berupa kedalaman (depth).